Pendapat Dokter tentang Transfer Factor

duane_t1

“Saya seorang dokter kanker. saya mendorong para pasien yang sedang melakukan kemoterapi dan terapi radiasi untuk mengambil Transfer Faktor. Transfer factor membantu untuk mengatur sistem kekebalan tubuh sehingga baik bagi kesehatan secara keseluruhan. Saya memiliki pasien dengan kondisi infeksi kronis  yang mengambil Transfer Faktor secara teratur sudah mengalami perbaikan. Transfer Factor adalah produk berbasis sains yang sangat baik dengan penelitian yang sudah banyak dilakukan.

Dr. Townsend has had more than 32 years of distinguished experience in the medical field. He pioneered a surgical technique for the treatment of pre-malignant disease of the uterine cervix.  In addition, he has authored more than 90 scientific papers in peer review journals as well as over 15 chapters in research books.

drtutelian

Dr Victor Tutelian, MD, MPH Victor Tutelian, MD, MPH

Transfer Factor adalah hal yang paling menjanjikan di dalam sebuah revolusi dunia kesehatan , ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. Kami baru saja memulai untuk mengeksplorasi semua potensi Transfer Factor, sebagai produk Nutrisi Transfer Factor adalah kemajuan dibidang kesehatan untuk masa depan.”

Dr. Tutelian also received the highest recognition for a Russian scientist when he was voted into the Russian Academy of Medical Sciences (RAMS), Russia’s most prestigious academy, as an Academician.  He now serves as the Chief Scientific Secretary of RAMS. In this position he determines what research will be done and which projects will be government funded.

Rob Robertson, MD

Rob Robertson, MD

“Saya percaya adalah Transfer Factor, tanpa keraguan, penemuan terbesar di abad ini sebagai modulator dan pendukung sistem kekebalan tubuh. Saya percaya dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh akan menjadi dasar untuk menjaga kesehatan di masa depan. Gizi yang baik dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Saya sungguh-sungguh percaya setiap orang perlu mengkonsumsi produk ini.

Dr. Robertson is a former Emergency Room Physician who partnered his future with this company because of his excitement about transfer factor.  He received his medical degree from the University of Louisville School of Medicine in 1974. He served as the Director of Emergency Services at Western Baptist Hospital in Paducah, KY. Beliau menjabat sebagai Direktur Layanan Darurat di Barat RS Baptis di Paducah, KY.

drmrkwtz

David Markowitz, MD

“Saya telah menyelesaikan studi retrospektif dan membandingkan anak-anak dalam praktek kami dengan orang-orang yang tidak menggunakan Transfer Factor selama periode yang sama. 87 anak-anak, usia 8 bulan – 9 tahun, mengkonsumsi Transfer Factor. Kami menemukan 74% sakitnya berkurang dan 84% dapat mengurangi penggunaan antibiotik.

Dr. Markowitz is a pediatrician in Kennebunk, ME with a patient base of 4,500 children and has served as the Senior Pediatrician in a Private Pediatric Practice for 19 years. He received his Bachelor of Science degree from the University of Rochester in New York. He received his medical degree, general Pediatric training, and Pediatric Hematology/Oncology Fellowship from the University of Connecticut School of Medicine in Farmington, Connecticut.

Dr. William Hennen, PhD

Dr. William Hennen, PhD

Transfer Factor adalah penemuan yang paling menarik  dalam ilmu pengetahuan di bidang kesehatan pada abad ke 21 dan sebagai salah satu kunci untuk kesehatan dan kesejahteraan.”

Dr. Hennen, Vice President of Research and Development at for our company, is a biochemist with thirteen years of experience as a researcher in drug design and development. He also worked for eight years as a consultant and research director in the nutritional supplement industry.

“]Dr Benny Foo [ MBBS (Melbourne), M App Sc (RMIT University) FAMAC, Dip Orthomolecular Nutrition ]

Dr Benny Foo MBBS

Banyak sekali yang dapat kita lakukan dan harus dilakukan. Jujur saya merasa Transfer Factor sangat diperlukan oleh semua orang di mana-mana sekarang ini. Karena banyak orang yang tidak mengetahui tentang Transfer Factor sehingga mereka tidak mengkonsumsi produk Transfer Factor yang fungsinya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Kejujuran saya selama  43 tahun praktek di bidang kedokteran saya tidak pernah menemukan produk nutrisi seperti  Transfer Factor,  yang akan membantu kami untuk menjaga kondisi tetap baik. Saya sendiri memiliki komitmen untuk mengikuti misi ini untuk berbagi dengan semua orang tentang Transfer Factor Saya bertemu langsung atau tidak langsung dengan Anda.

Dr Foo is a medical (MBBS) doctor who has practiced for more than 40 years in Malaysia, Singapore and in Australia. He is also the President of the Australian Chinese Medical Association of Victoria, and is on the Course Advisory Committee in Chinese Medicine in RMIT University, Senior Lecturer & Course Director  of Acupunture Foundation of Australia, Past President of Australian Medical Acupunture College.

Penyakit Diabetes, akibat Pankreas “MOGOK”

Diabetes Mellitus (DM), demikian nama lengkap penyakit ini. Tapi, sering disingkat diabetes saja. DM sebenarnya merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme. Pada saat metabolisme tubuh dalam kondisi normal, suplai karbohidrat ke dalam tubuh akan langsung diubah menjadi glukosa atau sering disebut oleh awam sebagai gula. Pada saat yang bersamaan, pankreas juga memproduksi hormon insulin yang kemudian masuk ke dalam aliran darah agar glukosa dapat diubah menjadi energi yang dibutuhkan oleh setiap sel di seluruh bagian tubuh.

PENYEBAB “MOGOK” NYA PANKREAS

Penyusutan sel akibat masalah genetik
Peradangan yang disebabkan oleh serangan virus ke pankreas, khususnya Pulau Langerhans sehingga pankreas tidak bekerja dengan baik. DM jenis ini merupakan DM tipe I, yakni diabetes yang tergantung pada insulin. DM-nya muncul pertama ketika penderita masih berusia dibawah 30 tahun.
Metabolisme yang melambat akibat penuaan. Pada kondisi ini pankreas memproduksi insulin dalam jumlah cukup tapi tubuh tidak meresponnya dengan baik. Akibatnya, glukosa tetap saja menumpuk di dalam darah dan urine. Kondisi ini sering terjadi pada penderita DM tipe II, yakni diabetes yang tidak tergantung pada insulin dan biasanya meyerang orang paruh baya dengan gaya hidup kurang gerak dan banyak makan makanan tinggi kalori serta lemak tapi kurang serat.

Bila metabolisme itu berjalan dengan baik, tak akan ada kelebihan glukosa dalam darah. Tapi, metabolisme ini bisa kacau gara-gara pankreas yang “mogok” bekerja sehingga tidak tersedia hormon insulin yang cukup untuk mengubah glukosa menjadi energi.

Kekurangan insulin dalam tubuh mengakibatkan glukosa menjadi tetap berada dalam darah. Bila darah kewalahan menampungnya, glukosa ini akhirnya masuk ke dalam urine untuk dibuang. Itu sebabnya, ketika kadar gula dalam darah dan urine penderita diukur, hasilnya diatas normal.

GEJALA :

· Sering haus

· Sering buang air kecil

· Sering lapar

· Kaki dan tangan sering kesemutan

· Kehilangan berat badan padahal nafsu makan tetap besar.

· Lemas dan lelah

Pada tahap lebih lanjut :
Penderita mudah tersinggung
Kulitnya kering dan gatal-gatal
Luka menjadi lama sembuhnya
Penglihatan menjadi kabur
Infeksi berulang pada kandung kemih, vagina, dan kulit.

DUA KALI PEMERIKSAAN

Kalau Anda mengalami gejala diabetes, segeralah pergi ke dokter. Untuk memastikan diagnosisnya, dokter akan meminta Anda melakukan pemerikasaan kadar gula dalam darah dan urine di laboratorium. Kedua pemeriksaan ini biasanya akan dilakukan dua kali. Pertama untuk mendapatkan nilai gula darah puasa. Sebelum pemeriksaan pertama, penderita diharuskan berpuasa 8 – 10 jam sebelum pemeriksaan. Sesudahnya, penderita dipersilakan makan dan minum, lalu 2 – 3 jam kemudian dilakukan pemeriksaan kedua untuk memperoleh nilai gula darah setelah makan.

Mengapa harus menunggu begitu lama? Asumsi para ahli, selama satu jam pertama setelah makan, kadar gula darah biasanya meningkat karena tubuh mendapat suplai karbohidrat. Tapi, kemudian turun kembali karena diambil oleh tubuh untuk menghasilkan energi.

Bila dari hasil pemeriksaan diketahui kadar gula darah Anda tinggi, sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan obat diabetes atau bila dirasa perlu akan mendapatkan suntikan insulin. Penyakit DM yang tak ditangani dengan baik akan mengakibatkan komplikasi ke berbagai organ, mulai dari ginjal, jantung, mata, telinga, dan saraf. Bukan hanya itu, aktivitas seksual dan daya tahan tubuh akan turun.

Selain obat dokter, perubahan gaya hidup dan pola makan juga akan memperbaiki metabolisme tubuh dan kerja insulin. Menurut para ahli gizi, tidak ada diet khusus bagi penderita DM. Yang penting, makan dengan gizi seimbang, ada karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, bakmi, bihun, kentang, atau sereal. Lengkapi dengan protein tapi jangan yang berlemak. Juga dengan sayur dan buah sebagai sumber serat yang dapat memperlambat pemecahan, pelepasan, dan penyerapan gula sehingga kadar gula darah tidak meningkat dengan dengan drastis. Makan yang manis-manis boleh saja asalkan tidak melebihi kalori yang disarankan.

Selain mengatur pola makan, penderita DM juga perlu menaati jadwal makan, yakni makan 3 kali sehari dengan waktu yang teratur. Karena denagn demikian, tubuh mendapat pasokan yang teratur sehingga mencegah terjadinya hipoglikemia (tubuh mengalami kekurangan gula) yang dapat berakibat syok sampai pada kematian.

[ Sumber artikel Buku Food Cures Intisari & Gramedia ]

Pengobatan dengan Transfer factors

Konsumsi terbaik untuk pencegahan & penyembuhan penyakit Diabetes Tipe I & II.

Suplemen 4Life® Transfer Factor™ GluCoach

Merupakan satu produk yang istimewa dan inovatif, apabila di gabungkan dengan langkah pencegahan seperti diet dan gaya hidup yang sehat, 4Life Transfer Factor memberi dukungan kepada kesehatan yang optimal, secara menyeluruh.
Sebagian besar apa yang kita makan setiap hari akan berubah menjadi glukosa, dimana menjadi salah satu sumber tenaga yang utama dalam tubuh kita, ia memberikan dukungan sistem metabolisme dan endokrin dan membantu tubuh kita mengguraikan glukosa dari suplemen yang paling efisien.

Fungsi TF Glucoach :
• Sesuai untuk Penyembuhan Diabetes Type I & II.
• Membasmi Kuman Yang Menyerang Pankreas & Fungsi Insulin.
• Chromium, Vanadium & Ginseng mengimbangi gula & metabolisme.
• Sebagai Antioksidan

Kandungan Bahan TF Glucoach
Targeted Transfer Factor (a patented extract containing Targeted Transfer Factor from cow colostrum and egg yolks), Pterocarpus marsupium, Fenugreek, Momordica charantia, Gymnema sylvestre, Korean Ginseng, Alpha Lipoic Acid, and Vanadium.

—————————————————————————————

Suplemen 4Life® Transfer Factor™ Tri-Factor Advance


4Life® Transfer Factor™ Tri-Factor Advance – Meningkatkan daya tahan tubuh hingga 283% baik Untuk Penyembuhan Penyakit Autoimun, Sinus, Diabetes, Autisme, Asam Urat, Maag, Asma, Suplemen yang membuat tubuh kita selalu Fit & Bugar, baik di konsumsi untuk harian.

Dengan Tri Factor Formula, kecerdasan yang semakin bijak, 4Life Transfer Factor Tri Formula bersama-sama kecerdasan dari 4Life Transfer Factor dan kepintaran dari ektraksi dari nano factor untuk mengatur, meningkatkan dan menyeimbangkan imun sistem.

Fungsi TF Advance :
• Sesuai untuk Penyembuhan Diabetes Type I & II.
• Penyembuhan Penyakit Autoimun, Sinus, Diabetes, Autisme, Asam Urat, Maag, Asma
• Untuk konsumsi harian agar badan kita fit & bugar.
• Sangat baik untuk kita yang punya hobby Travelling.

Kandungan Bahan TF Tri-Factor Advance :
Transfer Factor E-XF (a patented concentrate of transfer factors and other natural components from cow colostrum and egg yolk), and NanoFactor (a proprietary concentrate of nano-filtered cow colostrum.)

Testimoni Penderita Diabetes yang telah Sembuh

mary-anne-1

Diabetes – Mary Ann yang berumur 45 tahun mengidap penyakit diabetes dan rutin meminum glucophage 500mg. dia dulu mempunyai kanker 3 tahun yang lalu dan memakai Tamoxifen. Mary Ann memiliki luka di kakinya sekitar satu setengah tahun yang lalu. dia telah dirawat oleh dokter dengan berbagai antibiotik akan tetapi lukanya tidak sembuh. setelah beberapa bulan dia dianjurkan ke rumah sakit khusus luka. dia berkunjung 3 kali seminggu, dan mereka memberi tahu bagaimana merawat lukanya agar tidak infeksi. ketika infeksi terjadi Mary Ann harus membersihkannya. pada waktu tersebut Mary Ann memutuskan untuk memakai transfer factor. dia meminum 8 kapsul per hari dan menaburi transfer factor pada lukanya. lima hari setelah memakai transfer factor ada perbaikan pada luka yang diderita Mary Ann. lalu setelah 16 hari 2 dari 3 luka telah sembuh. ini adalah sebuah hasil yang sangat mengagumkan. luka Mary Ann sembuh dalam waktu kurang dari 4 minggu. Mary Ann, Texas.

mary-anne-2

mary-anne-3

mary-anne-4

mary-anne-5

gan-eng-kim-1

Diabetes – Saya telah menderita diabetes selama 24 tahun. baru-baru ini saya bergelut dengan penyakit kulit, yang telrus berlanjut sehabis saya melakukan amputasi kaki. saya telah mengunjungi banyak dokter. mengkonsumsi berbagai macam obat-obatan. tetapi kondisi saya tidak mengalami perbaikan. luka tersebut menjadi semakin buruk. suatu hari, perawat teman saya, memperkenalkan transfer factor ke saya. pada awalnya saya tidak percaya pada produk tersebut. akan tetapi perawat tersebut memaksa saya untuk mencoba. tiga hari setelah meminum transfer factor, saya merasakan perbaikan yang menakjubkan. oleh karena itu, saya langsung membeli 6 botol sebagai persediaan. setelah 2 bulan mengkonsumsi semua luka saya sembuh. saya benar-benar percaya dengan keampuhan transfer factor. saya tetap malanjutkan konsumsi transfer factor, dengan meminum transfer factor advance. saya meminum 4 kapsul perhari. 2 kapsul di pagi hari dan 2 kapsul pada malam hari. rasa sakit pada kaki menghilang dan saya menjadi sangat sehat sekarang, dan berat badan saya telah bertambah. noda hitam pada kakiku juga telah menghilang. ini adalah hasil yang sangat menakjubkan dalam waktu 10 minggu. Gan Eng Kiam, 54 tahun, laki-laki, port dickson, negeri sembilan, malaysia.gan-eng-kim-2

gan-eng-kim-3

suhaila-samsudin-1

Diabetes – saya telah menderita diabetes sejak berumur 18 tahun. diabetes yang saya derita sangat serius. sehingga saya harus suntik insulin dua kali sehari. ketika umur saya 24 tahun. saya menderita tuberculosis. saya telah mengeluarkan uang banyak untuk 2 penyakit tersebut. saya secara rutin berkunjung ke rumah sakit unutk mendapatkan pengobatan. kemudian saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah tulang kaki dan luka pada kaki. diabetes yang saya derita mempersulit proses penyembuhan.  pada april 2005, saya diberitahu mengenai transfer factor. kemudian saya memulai memakai transfer factor advance, plus, riovida dan glucoach. saya juga menaburi transfer factor pada luka. 3 bulan setelah meminum transfer factor, kesehatan saya membaik dengan hebatnya dan luka yang saya derita mulai membaik. setelah 4 bulan pemakaisan saya menghentikan suntikan insulin dan bertumpu pada transfer factor. sekarang , saya merasa lebih sehat. saya ingin menganjurkan orang-orang yang sedang menghadapi penyakit yang sama seperti saya untuk mengkonsumsi transfer factor secepatnya. Suhaila binti Amsudin, 28 tahun, perempuan, Klang ,Selangor, Malaysia.suhaila-samsudin-2suhaila-samsudin-3

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.